Semua Karena Jaka



"Jaka yang kamu lakukan itu jahat”
“Dahulu karena kamu Satya mutusin aku . Gara-gara kamu aku harus menjalani pernikahan tidak sebagaimana mestinya. Apakah kamu tahu ketika aku hamil aku terpaksa periksa ke dokter kandungan sendirian karena Dion tidak bisa pulang”
“Tidak hanya periksa Jaka, tapi segala macam efek kehamilan mual, muntah, pusing bahkan ngidam aku harus menjalaninya tanpa Dion”
“Oh.. ayo Jaka , bicaralah jangan diam saja”
“Semua keputusan adalah pilihanmu sendiri, ayolah bukankah sebelumnya kamu tidak pernah menganggapku ada, dua kali aku sudah menawarimu pergi bersamaku tetapi kamu tidak pernah mau peduli" jawab Jaka setelah sekian lama diam mendengar ocehan Daya.

Jaka benar setelah sekian lama menghindar mati-matian dari Jaka, Daya memilih untuk mendatangi Jaka berniat untuk berkompromi dengan Jaka. Daya berusaha untuk memahami dan menikmati hidup berdampingan dengan Jaka. Tetapi lagi-lagi Jaka membuatnya kecewa. Jaka kembali menorehkan luka yang dalam di hati Daya. Luka yang belum sembuh itu seakan berdarah kembali karena keegoisan Jaka. Jaka yang posesif  mau menang sendiri dan sangat sombong , memang Jaka mempunyai segalanya dengan segala pesona. Dari Jaka bisa mendapatkan semuanya uang, jabatan, fasilitas mewah bahkan  popularitas. Tidak salah Jaka menjadi idaman dan impian semua orang bahkan predikat istimewa disandangnya tetapi semua tidak ada artinya bagi Daya , karena Daya hanya ingin hidup tenang dan damai bersama dengan orang-orang yang dicintainya.

Awal bersama Jaka, Daya masih bebas bertemu dengan keluarganya tetapi lambat laun Daya semakin jauh dari keluarganya bahkan dengan sengaja melarang Daya untuk bertemu dengan keluarganya. Puncaknya adalah selama dua tahun berturut turut Daya tidak bisa pulang untuk sekedar melepas rindu dengan keluarganya bahkan Hari Raya Idul Fitri saja Jaka melarang Daya untuk pulang.

“Kejam kamu Jaka” umpat Daya.
“Oke Jaka aku menyerah , kamu membuat aku harus memilih kan, kali ini aku memilih keluarga dan ibuku tidak peduli apapun yang kau tawarkan, jabatan tinggi, uang , fasilitas atau apapun itu bahkan menghirup udara yang sama sepertimu aku tidak mau , udara yang kamu tawarkan bahkan mungkin merusak paru-paruku, baiklah aku akan pergi darimu Jaka”.
“Aku terima semua perlakuanmu selama ini, tapi ingat karma akan selalu ada  bersiaplah  dan selamat tinggal “

Akhirnya meski Jaka semakin berkuasa tetapi masalah tak kunjung usai, macet, polusi udara, banjir, narkoba dan penyakit sosial lainya silih berganti  singgah padanya. Bahkan diramalkan akan tenggelam untuk beberapa tahun ke depan, karena setiap tahunnya mengalami abrasi. Yaah Jaka.... panggilan sayang Daya untuk Jakarta.




Note :
Dayani Hamida menulis cerita ini karena wabah cofid 19 memaksanya tidak bisa mudik lebaran selama dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2020 dan 2021 sebagai kenangan membuat kisah ini.  

Komentar