Mengapa Menulis

Foto: koleksi pribadi

Sebenarnya apa sih, tujuan menulis. Setiap orang pasti mempunyai tujuan berbeda. Ada yang menulis sebagai healing hingga dikenal istilah writing for healing, ada yang menjadikan menulis karena mengikuti tren, sebagian menulis hanya demi status, tetapi banyak juga yang menulis sebagai mata pencaharian. Apa pun tujuan dari seseorang menulis, harus dilakukan dengan bahagia dan tidak melanggar rambu-rambu, apalagi menyakiti perasaan orang lain.

Bagi saya, kegiatan menulis mempunyai beberapa tujuan, antara lain

1. Mengisi Waktu Luang

Selama ini waktu luang yang tersedia, hanya habis untuk membaca, menonton televisi, menata ulang isi lemari atau berkebun. Namun, sejak awal tahun 2024, menulis kerap menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Dimulai dengan tulisan spontan atau yang sengaja dibuat untuk mengikuti event yang diselenggarakan oleh penggiat literasi.

2.Bahan Refleksi Diri

Beberapa tulisan dibuat berdasarkan kisah nyata, baik pengalaman pribadi atau dari orang-orang di sekitar. Tulisan tersebut merupakan bahan atau pelajaran berharga untuk pemahaman diri, meningkatkan ketrampilan, mengambil keputusan maupun memperbaiki hubungan dengan orang lain.  

3.Melatih Kepedulian

Untuk bisa menulis dibutuhkan sebuah ide. Ide bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja. Maka dibutuhkan intuisi dan kepedulian terhadap peristiwa di sekitar untuk menangkap ide yang akan dituangkan dalam tulisan.  

4.Pelampiasan Rasa

Ada banyak rasa yang singgah baik melalui indra pengecap, badan, atau rasa yang terkait dengan emosi. Energi yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit, ketika  menuangkan rasa marah ke dalam tulisan, daripada meluapkannya dengan menggebrak meja.

5.Menyiapkan Warisan

Jika tidak bergelimang harta atau menggenggam kekuasaan, tulisan bisa menjadi alternatif sebagai warisan untuk anak cucu. Sehingga nilai-nilai luhur, akhlak dan pelajaran hidup yang dituangkan dalam sebuah tulisan bisa ditinggalkan untuk dikenang di kemudian hari.

6. Memenuhi Kebutuhan

Menurut penelitian seorang wanita membutuhkan 20.000 kata untuk bicara dalam bentuk lisan atau tulisan. Daripada bicara membuat masalah baru dan menyaktiti orang lain, menulis menjadi sarana paling efektif memenuhi kebutuhan terutama bagi seorang wanita.

Nah, bagaimana dengan kalian? Apa tujuan kalian menulis? Apa pun tujuannya, ayo semangat menulis. Jangan berhenti hanya karena hal yang tidak penting. Menulislah sebelum menulis itu dilarang. Menulislah sebelum nama kita yang ditulis di atas pusara. 


Oleh: Dayani Hamida



Komentar