Jemaah salat Subuh baru saja keluar dari Masjid Al-Ikhlas di sebuah perumahan tempat tinggal dua ekor kucing yang tidak pernah akur karena berbeda jenis kelamin juga berbeda latar belakang kehidupannya. Mereka selalu bertengkar jika bertemu. Hal sekecil apa pun bisa menjadi sumber pertengkaran, padahal tempat tinggal mereka berdekatan, hanya dipisahkan oleh sebuah rumah. Namun, itu tidak berpengaruh apa pun terhadap hubungan mereka. Sialnya pagi itu Munzi harus bertemu dengan Michi, dan terjadilah pertengkaran.
“Woi, bangun, bangun woi, dasar bengal!” teriak Michi.
“Aurrr, aurrr apaan sih, mengganggu tidurku saja,” ucap Munzi tidak mau kalah.
“Pergi kamu! Ini tempatku, kenapa kamu tidur di sini? Apakah hidungmu buntu sehingga tidak mengenali tanda spraying yang ada di sini?”
“Heh, ini bukan rumahmu ya, Michi. Peduli amat dengan spraying, ini tempat umum. Jadi, siapa saja boleh berada dan melakukan apa pun di sini.”
“Dasar bengal susah sekali diberi tahu. Hai buka telingamu lebarlebar dan dengarkan baik-baik, tempat ini sudah lama menjadi tempatku bermain sebelum kedatanganmu di wilayah ini.”
“Ye ye ye ye, cerewet banget sih, aku tidak peduli dan tidak mau dengar. Yang pasti tempat ini adalah milik Tuan Mahesa, enak saja kamu klaim milikmu. Pokoknya aku tidak mau pergi.”
“Aku juga tidak mau tahu, kamu harus pergi, pergi, pergiii! Pergi enggak?” teriak Michi semakin kencang.
“Aurrr, aurr … memang mau apa kamu kalau aku tidak pergi? Menangis atau kencing di sini? Dasar betina.”
“Hai, memang kenapa kalau betina? Masalah buat kamu?”
“Sudah diam aku mau tidur. Awas jangan ganggu!”
“Munzi, kamu itu tuli atau bagaimana? Sudah jorok, bau, tidak pernah mandi, bandel, keras kepala lagi. Awas kamu ya.” Michi mengambil sepatu yang berada di rak tidak jauh dari tempat mereka berada dan melemparkannya ke arah Munzi. Dug, lemparan sepatu tersebut tepat mengenai wajah Munzi. Ia terkejut. Akibatnya, Munzi melompat dan kepalanya terbentur badan mobil. Dug, untuk kedua kalinya kepala Munzi terbentur benda keras. Pertengkaran sengit kembali terjadi tak terelakkan.
Penasaran, cerita selanjutnya? Penasaran dong ya ….
Oleh: Dayani Hamida

Komentar
Posting Komentar